Rabu, 08 Juni 2016



Pengertian ilmu falak secara etimologi,terminologi


dan tujuan mempelajari ilmu falak




Oleh:


Agung martua harahap


Nim: 23.12.4.001


UIN SU.jpg






Fakultas syari’ah dan hukum


Universitas islam negri sumatera utara


Medan




Kata pengantar


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi anugerah serta rahmat bagi seluruh alam semesta.
       Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas pendidikan agama. Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah makalah ini.
       Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya bisa diperbaiki.


























Bab I


PENDAHULUAN


Salah satu ilmu non agama Yang sangat besar sumbangannya bagi pelaksanaan tugas-tugas keagamaan dalam Islam adalah Ilmu Falak. Dengan ilmu ini saat-saat masuk dan keluarnya waktu-waktu shalat dapat di tentukan dengan akurat,dan penentuan awal bulan  puasa yang yang sering menjadi kontraversi di kalangan umat islam yang ada di Indonesia.


Pembahasan ilmu falak sangat banyak dan luas sebelum kita menginjak kedalam pembahsan yang lebih dalam marilah kita bahas pengertian , sejarah dan perkembangan serta kegunaan ilmu falak.



























Bab II


PEMBAHASAN


A.    Pengertian ilmu falak


Ilmu falak secara etimologi terdiri dari dua suku kata ilm dan falak. Ilmu artinya ma’rifah yaitu pengetahuan. sementara falak yaitu madaar yaitu orbit, garis atau tempat perjalanan bintang, atau calesticalsphere orstar[1].sedangkan ilmu falak secara terminolgi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit, seperti matahari, bulan, bintang-bintang, dan benda-benda langit lainya, dengan tujuan mengetahui posisi dari benda-benda langit yang lain, dalam bahasa inggris disebut practical astronomi.[2]


Secara etimologis kata Falak dalam bahasa arab adalah orbit atau lintasan benda-benda langit.[3] Sedangkan pengertian ilmu falak secara terminologis atau istilah telah banyak dijumpai diberbagai literatur diantaranya adalah sebagai berikut :


a.       Ilmu pengetahuan mengenai keadaan (peredaran, perhitungan dan lain sebagainya) bintang-bintang.[4]


b.      .   Ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit, tentang fisiknya, geraknya, ukurannya dan segala sesuatu yang yang berhubungan dengannya.[5]


c.       Ilmu falak adalah, lengkung langit, lingkaran langit, cakrawala, ia adalah ilmu pengetahuan mengenai peredaran, perhitungan dan sebagainya, bintang-bintang.[6]


d.      Ilmu falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit seperti matahari, bulan, bintang dan benda-benda langit lainnya, dengan tujuan untuk mengetahui posisi dan kedudukan benda-benda langit lainnya.[7]


e.       .  Ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan dan matahari-pada orbitnya masiung-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya dengan tujuan agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.[8]


Menurut Hamzah salim saerofi menegaskan bahwa ilmu falak berarti tempat berputar (tempat edar). Dengan demikian, ilmu falak berarti ilmu pengetahuan tentang tempat berputarnya benda-benda langit. Dalam ruang lingkup kajiannya disamakan dengan ilmu astronomi yaitu peraturan yang mengenai perbintangan. Hal ini dapat dipahami dari sisi ilmu astronomi itu sendiri yang menegaskan astronomi is the science of the sun, moon,and planets.


Muhammad wardan mendefenisikan ilmu falak sebagai pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit seperti matahari, bulan, bintang-bintang, demikian pula bumi yang kita tempati mengenai letak, bentuk, ukuran, lingkaran, dan sebagainya.


Sedangkan umar al-jailani mendefenisikan ilmu falak sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda langit dari segi gerakan, posisi, terbit, dan proses gerakannnya. Jugga membahas siang dan malam yyang masing-masing berkaitan dengan perhitungan bulan dan tahun, hilal dan gerhana bulan dan gerhana matahari.[9]


Definisi ilmu falak perlu diformulasikan secara sederhana, sehingga memenuhi kaidah ta’rif (definisi) yang jami’ dan mani’, artinya rumusan yang mencakup seluruh variabel dan indikator yang termasuk di dalam hal yang didefinisikan dan dapat pula mencegah variabel dan indikator di luar atau tidak termasuk hal yang didefinisikan.[10] Sesuai dengan materi ilmu falak yang kita pelajari yakni ilmu falak amali. maka definisi yang dianggap relatif tepat adalah : ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit pada orbitnya masing-masing dengan tujuan agar dapat diketahui posisi benda langit antara satu dengan yang lainnya sehingga dapat membantu dalam pelaksanan ibadah yang terkait dengan arah dan waktu.


B.     Istilah-istilah dalam ilmu falak


Ada beberapa istilah ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit yang terkait dengan ilmu falak yaitu:


1.      Astronomi: yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit sebara umum.


2.      Astrologi: yaitu ilmu yang pada mulanya masuk dalam cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari benda langit tetapi kemudian dihubungkan dengan tujuan mengetahui persoalan nasib atau peruntungan hidup seseorang sehingga pada akhirnya ilmu ini dikenal sebagai pseudo science (menyerupai sains).


3.      Astrofisika: yaitu cabangilmu astronomi yang menerangkan benda-benda langit dengan cara, hukum, alat dan teori ilmu fisika.


4.      Astrometrik: yaitu cabbang dari astronomi yang cakupannya melakukan pengukuran terhadap benda-benda langit dengan tujuan antara lain untuk mengetahui ukurannya dan jarak antara satu dangan yang lainnya.


5.      Astromekanik: yaitu cabang dari astronomi yang diantara lain cakupannya mempelajari gerak dan gaya tarik benda-benda langit dengan cara hukum-hukum dan teori mekanik.


6.      Cosmografi DLL[11]






C.     Kegunaan ilmu falak.


Dalam penggunaan praktis, ilmu falak merupakan ilmu yang mempelajari tata lintas pergerakan bulan dan matahari dalam orbitnya secara sistematis dan ilmiah demi kepentingan manusia. Ibn Khaldun (w. 808 H) dalam “Muqaddimah”nya mendefinisikan ilmu ini sebagai ilmu yang membahas tentang pergerakan bintang-bintang (planet-planet) yang tetap, bergerak dan gumpalan-gumpalan awan yang berhamburan.Makna yang hampir sama juga dikemukakan al-Khawarizmi (w. 387 H) dalam ‘Mafatih al-‘Ulmu’nya.
Ilmu falak sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda angkasa selalu dibutuhkan oleh manusia. Dari penelaahan berbagai benda-benda angkasa ini manusia dapat mengetahui dan memanfaatkan banyak hal. Ilmu ini selalu ada dan dibutuhkan dalam kehidupan manusia dan selalu dibicarakan orang disetiap waktu dan zaman. Hal demikian mengingat betapa penting dan menariknya ilmu ini. Mengamati langit, yang merupakan kegiatan utama ilmu falak adalah aktifitas pengamatan benda-benda angkasa alamiah ciptaan Allah Swt yang selalu berubah dan bergerak serta menawarkan berbagai tantangan bagi para pengamatnya. Dahulu, dan hingga kini, langit atau angkasa merupakan obyek wisata yang menarik dan banyak digemari manusia.


Obyek pembahasan utama ilmu falak syar'i dalam Islam adalah fenomena bulan dan matahari. Fenomena alamiah dari dua benda angkasa ini menjadi wasilah kebolehan dan batas waktu ibadah seorang muslim seperti batas waktu salat, puasa dan kiblat yang diperkuat oleh berbagai nash al-Qur’an dan as-Sunnah. Pembahasan falak syar’î secara garis besar meliputi empat hal:


1) penetapan awal-awal bulan kamariah,


2) penetapan waktu-waktu salat,


3) penentuan arah dan bayang kiblat, dan


4) penentuan terjadinya gerhana (baik gerhana matahari maupun gerhana bulan).[12]






Bab III


KESIMPULAN




bahwa ilmu falak berarti tempat berputar (tempat edar). Dengan demikian, ilmu falak berarti ilmu pengetahuan tentang tempat berputarnya benda-benda langit. Dalam ruang lingkup kajiannya disamakan dengan ilmu astronomi yaitu peraturan yang mengenai perbintangan. Hal ini dapat dipahami dari sisi ilmu astronomi itu sendiri yang menegaskan astronomi is the science of the sun, moon,and planets, Dan juga ilmu falak sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda langit dari segi gerakan, posisi, terbit, dan proses gerakannnya. Jugga membahas siang dan malam yyang masing-masing berkaitan dengan perhitungan bulan dan tahun, hilal dan gerhana bulan dan gerhana matahari































Daftar pustaka


Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, Vol.3 (Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997.


Depag RI, Almanak Hisab Rukyat (Jakarta : Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981.


Dhiauddin tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, ( Medan; IAIN PRESS, 2013.


Dhiauddin tanjung, Watni marpaung, ilmu falak teori dan tekhnik aplikasi, ( Medan; wal ashri publishing, 2013.


---------Departemen P & K, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka, 1999.


--------Ibn Mandur, Lisan al-Arab, Vol. 10 (tt : al-Mausu’ah, tt).


Murtadho, Ilmu Falak Praktis ( Malang : Fakultas Syari’ah UIN Malang, 2006.


Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak, Dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta : Buana Pustaka, 2004.


+internet






[1] Dhiauddin tanjung, Watni marpaung, ilmu falak teori dan tekhnik aplikasi, ( Medan; wal ashri publishing, 2013) hal.1


[2] Dhiauddin tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, ( Medan; IAIN PRESS, 2013) hal.16


[3] Ibn Mandur, Lisan al-Arab, Vol. 10 (tt : al-Mausu’ah, tt), hal. 476




[4] Departemen P & K, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka, 1999),hal. 274




[5] Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, Vol.3 (Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997), hal.,304




[6] KBBI


[7] Depag RI, Almanak Hisab Rukyat (Jakarta : Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981),hal,14




[8] Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak, Dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta : Buana Pustaka, 2004), hal,3


[9] Dhiauddin tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, ( Medan; IAIN PRESS, 2013) hal.16 & 17


[10] Moh. Murtadho, Ilmu Falak Praktis ( Malang : Fakultas Syari’ah UIN Malang, 2006), hal, 2


[11]  Dhiauddin tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, ( Medan; IAIN PRESS, 2013) hal.23.




[12] INTERNET Diunduh pada tgl 22-02-2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar