Pengertian ilmu falak secara etimologi,terminologi
dan tujuan mempelajari ilmu falak
Oleh:
Agung martua harahap
Nim: 23.12.4.001

Fakultas syari’ah dan hukum
Universitas islam negri sumatera utara
Medan
Kata pengantar
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan
kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan
kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan
menjadi anugerah serta rahmat bagi seluruh alam semesta.
Penulis sangat bersyukur karena telah
menyelesaikan makalah yang menjadi tugas pendidikan agama. Disamping itu, kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah makalah
ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga
makalah ini bisa bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap
makalah ini agar kedepannya bisa diperbaiki.
Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas pendidikan agama. Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah makalah ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya bisa diperbaiki.
Bab I
PENDAHULUAN
Salah satu ilmu
non agama Yang sangat besar sumbangannya bagi pelaksanaan tugas-tugas keagamaan
dalam Islam adalah Ilmu Falak. Dengan ilmu ini saat-saat masuk dan keluarnya
waktu-waktu shalat dapat di tentukan dengan akurat,dan penentuan awal
bulan puasa yang yang sering menjadi kontraversi di kalangan umat islam
yang ada di Indonesia.
Pembahasan ilmu
falak sangat banyak dan luas sebelum kita menginjak kedalam pembahsan yang
lebih dalam marilah kita bahas pengertian , sejarah dan perkembangan serta
kegunaan ilmu falak.
Bab II
PEMBAHASAN
A. Pengertian ilmu falak
Ilmu falak secara etimologi terdiri
dari dua suku kata ilm dan falak. Ilmu artinya ma’rifah yaitu
pengetahuan. sementara falak yaitu madaar yaitu orbit, garis atau tempat
perjalanan bintang, atau calesticalsphere orstar[1].sedangkan
ilmu falak secara terminolgi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan
benda-benda langit, seperti matahari, bulan, bintang-bintang, dan benda-benda
langit lainya, dengan tujuan mengetahui posisi dari benda-benda langit yang
lain, dalam bahasa inggris disebut practical astronomi.[2]
Secara etimologis kata Falak dalam
bahasa arab adalah orbit atau lintasan benda-benda langit.[3]
Sedangkan pengertian ilmu falak secara terminologis atau istilah telah banyak
dijumpai diberbagai literatur diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Ilmu pengetahuan mengenai keadaan (peredaran, perhitungan
dan lain sebagainya) bintang-bintang.[4]
b. . Ilmu pengetahuan yang mempelajari
benda-benda langit, tentang fisiknya, geraknya, ukurannya dan segala sesuatu
yang yang berhubungan dengannya.[5]
c. Ilmu falak adalah, lengkung langit, lingkaran langit,
cakrawala, ia adalah ilmu pengetahuan mengenai peredaran, perhitungan dan
sebagainya, bintang-bintang.[6]
d. Ilmu falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan
benda-benda langit seperti matahari, bulan, bintang dan benda-benda langit
lainnya, dengan tujuan untuk mengetahui posisi dan kedudukan benda-benda langit
lainnya.[7]
e. . Ilmu pengetahuan yang mempelajari
lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan dan matahari-pada orbitnya
masiung-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu
dengan lainnya dengan tujuan agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan
bumi.[8]
Menurut Hamzah salim saerofi menegaskan bahwa
ilmu falak berarti tempat berputar (tempat edar). Dengan demikian, ilmu falak
berarti ilmu pengetahuan tentang tempat berputarnya benda-benda langit. Dalam
ruang lingkup kajiannya disamakan dengan ilmu astronomi yaitu peraturan yang
mengenai perbintangan. Hal ini dapat dipahami dari sisi ilmu astronomi itu
sendiri yang menegaskan astronomi is the science of the sun, moon,and planets.
Muhammad wardan mendefenisikan ilmu falak
sebagai pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit seperti matahari,
bulan, bintang-bintang, demikian pula bumi yang kita tempati mengenai letak,
bentuk, ukuran, lingkaran, dan sebagainya.
Sedangkan umar al-jailani mendefenisikan ilmu
falak sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda langit dari segi gerakan,
posisi, terbit, dan proses gerakannnya. Jugga membahas siang dan malam yyang
masing-masing berkaitan dengan perhitungan bulan dan tahun, hilal dan gerhana
bulan dan gerhana matahari.[9]
Definisi ilmu falak perlu
diformulasikan secara sederhana, sehingga memenuhi kaidah ta’rif (definisi)
yang jami’ dan mani’, artinya rumusan yang mencakup seluruh variabel dan
indikator yang termasuk di dalam hal yang didefinisikan dan dapat pula mencegah
variabel dan indikator di luar atau tidak termasuk hal yang didefinisikan.[10]
Sesuai dengan materi ilmu falak yang kita pelajari yakni ilmu falak amali. maka
definisi yang dianggap relatif tepat adalah : ilmu pengetahuan yang
mempelajari lintasan benda-benda langit pada orbitnya masing-masing dengan
tujuan agar dapat diketahui posisi benda langit antara satu dengan yang lainnya
sehingga dapat membantu dalam pelaksanan ibadah yang terkait dengan arah dan
waktu.
B. Istilah-istilah dalam ilmu falak
Ada beberapa
istilah ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit yang terkait
dengan ilmu falak yaitu:
1.
Astronomi: yaitu ilmu pengetahuan yang
mempelajari benda-benda langit sebara umum.
2.
Astrologi: yaitu ilmu yang pada mulanya masuk
dalam cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari benda langit tetapi kemudian
dihubungkan dengan tujuan mengetahui persoalan nasib atau peruntungan hidup
seseorang sehingga pada akhirnya ilmu ini dikenal sebagai pseudo science
(menyerupai sains).
3.
Astrofisika: yaitu cabangilmu astronomi yang
menerangkan benda-benda langit dengan cara, hukum, alat dan teori ilmu fisika.
4.
Astrometrik: yaitu cabbang dari astronomi yang
cakupannya melakukan pengukuran terhadap benda-benda langit dengan tujuan
antara lain untuk mengetahui ukurannya dan jarak antara satu dangan yang lainnya.
5.
Astromekanik: yaitu cabang dari astronomi yang
diantara lain cakupannya mempelajari gerak dan gaya tarik benda-benda langit
dengan cara hukum-hukum dan teori mekanik.
6.
Cosmografi DLL[11]
C. Kegunaan ilmu falak.
Dalam
penggunaan praktis, ilmu falak merupakan ilmu yang mempelajari tata lintas
pergerakan bulan dan matahari dalam orbitnya secara sistematis dan ilmiah demi
kepentingan manusia. Ibn Khaldun (w. 808 H) dalam “Muqaddimah”nya
mendefinisikan ilmu ini sebagai ilmu yang membahas tentang pergerakan
bintang-bintang (planet-planet) yang tetap, bergerak dan gumpalan-gumpalan awan
yang berhamburan.Makna yang hampir sama juga dikemukakan al-Khawarizmi (w. 387
H) dalam ‘Mafatih al-‘Ulmu’nya.
Ilmu falak sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda angkasa selalu dibutuhkan
oleh manusia. Dari penelaahan berbagai benda-benda angkasa ini manusia dapat
mengetahui dan memanfaatkan banyak hal. Ilmu ini selalu ada dan dibutuhkan
dalam kehidupan manusia dan selalu dibicarakan orang disetiap waktu dan zaman.
Hal demikian mengingat betapa penting dan menariknya ilmu ini. Mengamati
langit, yang merupakan kegiatan utama ilmu falak adalah aktifitas pengamatan
benda-benda angkasa alamiah ciptaan Allah Swt yang selalu berubah dan bergerak
serta menawarkan berbagai tantangan bagi para pengamatnya. Dahulu, dan hingga
kini, langit atau angkasa merupakan obyek wisata yang menarik dan banyak
digemari manusia.
Ilmu falak sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda angkasa selalu dibutuhkan oleh manusia. Dari penelaahan berbagai benda-benda angkasa ini manusia dapat mengetahui dan memanfaatkan banyak hal. Ilmu ini selalu ada dan dibutuhkan dalam kehidupan manusia dan selalu dibicarakan orang disetiap waktu dan zaman. Hal demikian mengingat betapa penting dan menariknya ilmu ini. Mengamati langit, yang merupakan kegiatan utama ilmu falak adalah aktifitas pengamatan benda-benda angkasa alamiah ciptaan Allah Swt yang selalu berubah dan bergerak serta menawarkan berbagai tantangan bagi para pengamatnya. Dahulu, dan hingga kini, langit atau angkasa merupakan obyek wisata yang menarik dan banyak digemari manusia.
Obyek
pembahasan utama ilmu falak syar'i dalam Islam adalah fenomena bulan dan
matahari. Fenomena alamiah dari dua benda angkasa ini menjadi wasilah kebolehan
dan batas waktu ibadah seorang muslim seperti batas waktu salat, puasa dan
kiblat yang diperkuat oleh berbagai nash al-Qur’an dan as-Sunnah. Pembahasan
falak syar’î secara garis besar meliputi empat hal:
1)
penetapan awal-awal bulan kamariah,
2)
penetapan waktu-waktu salat,
3)
penentuan arah dan bayang kiblat, dan
Bab III
KESIMPULAN
bahwa ilmu falak berarti tempat berputar
(tempat edar). Dengan demikian, ilmu falak berarti ilmu pengetahuan tentang
tempat berputarnya benda-benda langit. Dalam ruang lingkup kajiannya disamakan
dengan ilmu astronomi yaitu peraturan yang mengenai perbintangan. Hal ini dapat
dipahami dari sisi ilmu astronomi itu sendiri yang menegaskan astronomi is the
science of the sun, moon,and planets,
Dan juga ilmu falak sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda langit dari segi
gerakan, posisi, terbit, dan proses gerakannnya. Jugga membahas siang dan malam
yyang masing-masing berkaitan dengan perhitungan bulan dan tahun, hilal dan
gerhana bulan dan gerhana matahari
Daftar pustaka
Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam,
Vol.3 (Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997.
Depag RI, Almanak Hisab Rukyat (Jakarta : Proyek Pembinaan
Badan Peradilan Agama Islam, 1981.
Dhiauddin tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, (
Medan; IAIN PRESS, 2013.
Dhiauddin tanjung, Watni marpaung, ilmu falak teori dan tekhnik
aplikasi, ( Medan; wal ashri publishing, 2013.
---------Departemen
P & K, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka, 1999.
--------Ibn
Mandur, Lisan al-Arab, Vol. 10 (tt : al-Mausu’ah, tt).
Murtadho, Ilmu Falak Praktis ( Malang :
Fakultas Syari’ah UIN Malang, 2006.
Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak, Dalam Teori dan Praktek
(Yogyakarta : Buana Pustaka, 2004.
+internet
[1]
Dhiauddin
tanjung, Watni marpaung, ilmu falak teori dan tekhnik aplikasi, ( Medan;
wal ashri publishing, 2013) hal.1
[2]
Dhiauddin
tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, ( Medan; IAIN PRESS,
2013) hal.16
[5] Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam,
Vol.3 (Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997), hal.,304
[6]
KBBI
[7] Depag RI, Almanak Hisab Rukyat
(Jakarta : Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981),hal,14
[8] Muhyiddin
Khazin, Ilmu Falak, Dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta : Buana Pustaka,
2004), hal,3
[9]
Dhiauddin
tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, ( Medan; IAIN PRESS,
2013) hal.16 & 17
[12]
INTERNET Diunduh pada tgl 22-02-2016
[1]
Dhiauddin
tanjung, Watni marpaung, ilmu falak teori dan tekhnik aplikasi, ( Medan;
wal ashri publishing, 2013) hal.1
[2]
Dhiauddin
tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, ( Medan; IAIN PRESS,
2013) hal.16
[5] Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam,
Vol.3 (Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997), hal.,304
[6]
KBBI
[7] Depag RI, Almanak Hisab Rukyat
(Jakarta : Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981),hal,14
[8] Muhyiddin
Khazin, Ilmu Falak, Dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta : Buana Pustaka,
2004), hal,3
[9]
Dhiauddin
tanjung, Watni marpaung, ilmu falak diindonesia, ( Medan; IAIN PRESS,
2013) hal.16 & 17
[12]
INTERNET Diunduh pada tgl 22-02-2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar